Geografi
Gayo Lues
memilki luas wilayah 5.719 km2 dan terletak pada koordinat 3°40'46,13" -
4°16'50,45" LU
96°43'15,65" - 97°55'24,29" BT.
Transportasi
Rencana
pembangunan Jalur Ladia Galaska (Samudera Indonesia, Gayo, Alas, dan Selat
Malaka) yang menghubungkan Samudera Indonesia dengan Selat Malaka sangat diharapkan
dapat memperbaiki tingkat perekonomian masyarakat Gayo Lues. Saat ini, lalu
lintas dari Blangkejeren, pusat pemerintahan kabupaten, ke Banda Aceh harus melalui Medan,
Sumatera Utara. Meskipun demikian, rencana ini banyak ditentang oleh
kalangan pelestari lingkungan hidup karena memotong zona utama taman nasional.
Gayo Lues
kemudian dikenal dengan nama Negeri Seribu Bukit. Nama ini ditabalkan
dan dipopulerkan oleh Mohsa
El Ramadan, wartawan senior, Pemimpin Redaksi Koran Rajapost Banda
Aceh, dan editor buku Memadamkan Bara di atas Ladia Galaska. Buku yang
ditulis oleh Muhammad Alikasim Kemaladerna ini adalah sebuah solusi
penyelesaian konflik pembangunan jalan Ladia Galaska antara pemerintah dan
pemerhati lingkungan di Aceh.
Suku
penduduk Gayo
Lues berasal dari berbagai etnik. suku Gayo
yang berbahasa Gayo, suku Aceh,
Alas, Minang, Batak, Pakpak, Devayan dan Jawa serta Batak
Pemerintahan
Daerah Gayo Lues mencakup 57 persen dari wilayah
lama Aceh Tenggara, dan dibagi menjadi 11 (sebelas)

0 komentar: